84 Ultimatum

1419 Kata

"Aku pulang dulu, La." Arya menatap Nala seakan berat melepaskan wanita itu. Ada yang ingin ia sampaikan, tapi keraguan masih terlalu pekat menyelimutinya. Nala mengangguk sebagai jawaban. Malam ini adalah malam dimana ia menjadi wanita yang sangat kalem. Sangat sedikit kata-kata yang keluar dari mulutnya, karena ia lebih banyak mengangguk atau menggeleng pada apa yang Arya katakan atau pun lakukan. Hal tersebut karena ia ingin melihat pergerakan Arya. Dan meski Arya masih tetap dingin seperti biasanya, tetapi ada juga beberapa perhatian yang lain dari biasanya. Dimulai dari Arya yang berinisiatif memesankan makanan kesukaan Nala, karena memang mereka makan malam di tempat yang sebelumnya pernah mereka kunjungi bersama. Lalu juga ketika Arya melingkupi tubuh Nala ketika berada di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN