Nathan masuk ke dalam rumah setelah melihat mobil Arya menjauh. Tidak tahu apa yang lelaki itu lakukan karena Arya cukup lama tidak bergerak setelah masuk ke dalam mobilnya. "Bang." Indah yang dari tadi menunggu, lalu berlari kecil untuk mendekati suaminya. Indah ingin menggandeng tapi Nathan malah memasukkannya ke dalam pelukan. "Wangi banget sih kamu, Yang," bisiknya di telinga Indah. "Baaang," tegur Indah dengan suara yang mirip rengekan. Bukan itu yang ingin ia dengar dari suaminya, sampai ia harus menunggu hampir setengah jam di ruang tamu, sendirian. Sepertinya seluruh penghuni rumah sudah masuk ke kamar masing-masing, mengingat ini sudah pukul sembilan malam lebih. "Iya, Ayangku sayang," jawab Nathan yang kian mengeratkan pelukannya. "Ini rumah Papi Mami, Bang," ujar Ind

