88 Rintangan Arya

1570 Kata

“Habis pulih dari operasi ini saya mau nyari Winda, Dok,” ucap Kemal, seorang pasien yang pagi ini akan Arya operasi. “Winda siapa?” “Winda temen kuliah saya, Dok. Dia cantik dan juga pintar. Dia jadi primadona di kampus, tapi dia gak malu temenan sama saya yang sakit-sakitan,” jawab Kemal dengan mata berbinar-binar, khas orang yang tengah dimabuk kasmaran. Arya tersenyum geli, ingin sedikit menggoda pasiennya itu. “Kamu gak takut ditolak? Nanti kamu patah hati lagi.” Kemal menggeleng. “Lelaki sejati harus berani menyatakan perasaan, Dok. Masalah ditolak sih belakangan. Saya gak mau patah hati lagi, kayak waktu SMA. Karena insecure sama kesehatan saya, hasilnya wanita yang saya sukai malah jadian sama teman saya sendiri. Rasanya tuh gak enak banget, Dok. Sekarang saya gak mau patah h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN