"Engghh Yaaang. Argghh, Yang. Ayang kok bisa gini sih?" Nathan menyenderkan kepalanya ke sofa, menutup kedua mata dengan tangan yang terus meremas pinggul istrinya. "Abang suka gak?" tanya Indah ditengah desahan juga nafasnya yang memburu. Indah sedang bekerja keras, naik turun di atas suaminya. "Suka, Yang. Suka banget. Abang bisa gila karena kamu, Yang. Kok kamu bisa jadi sehebat ini sih?” Pujian terus Nathan lontarkan kepada istrinya yang siang ini terlihat sangat agresif. Setelah makan siang berakhir, tanpa harus Nathan membujuk atau menggoda, Indah dengan sukarela naik ke atas pangkuan suaminya. Dan yang lebih membuat Nathan merasa bahagia, Indah sendiri yang membuka resleting bajunya juga menawarkan diri padanya. “Baaangg,” panggil Indah dengan nada manja. “Iya, Ayang.” Na

