“Siang, Bu Boss.” “Siang juga, Mas Rio.” Rio adalah orang kesekian yang tak bisa Indah hitung lagi, orang yang menyapanya dari mulai pintu masuk sampai ke tempat asisten suaminya. “Pak Boss ada di ruangannya, sedang ada tamu. Tapi kemungkinan sebentar lagi keluar, Bu,” ujar Rio memberitahu. “Abang udah makan siang belum, Mas?” Rio menatap ke arah kontainer makanan yang dipegang Indah, lalu menggeleng. “Pak Boss bilang hari ini tidak akan makan di luar, dan juga sengaja meng-cancel jadwal makan siang dengan klien.” “Hah? Terus gimana dong itu?” Rio tersenyum. “Yah tidak kenapa-kenapa, Bu. Karena mereka yang ingin menjalin kerja sama dengan Sentosa Grup. Jadi kalau mereka protes, yang akan rugi malah mereka sendiri.” “Pasti gara-gara aku yang bilang mau bawain makan siang deh. Tadi p

