Rio berjalan cepat. Mencoba mengimbangi langkah Bossnya yang memiliki kaki panjang, langkah lebar dan di tambah dengan terburu-buru. Nathan dan Rio baru selesai meeting dengan seorang klien dari Shanghai. Dan seperti biasa mereka pulang dengan tanpa tangan kosong. Melainkan dengan mengantongi sebuah agreement yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Menambah daftar klien sulit yang berhasil ditaklukkan oleh Nathan, Pewaris utama Sentosa Grup. “Ada kabar tebaru apa dari Ria?” tanya Nathan tanpa mau repot-repot berbalik pada Rio yang sedikit berjarak di belakangnya. “Hari ini mood Nona sedang baik. Katanya tadi pagi Nona tersenyum lima belas kali ketika melihat bunga mawar yang ada di taman belakang. Tapi seperti kemarin, setiap jam lima sore pasti akan murung lagi.” Nathan mendenga

