Indah menatap takjub kepada rumah yang kini ada di atas tanah sempit milik Ibunya. Dulunya sebelum menikah di sana ada sebuah rumah kecil dengan atap yang bolong kiri kanan, juga cat dinding rumah yang sudah mengelupas di mana-mana. Tapi kini, rumah tua itu lenyap tak berbekas, digantikan rumah berlantai tiga di atas tanah yang tiga kali lebih besar dari milik keluarga Ibunya itu. Terlebih sekarang rumah itu memiliki pagar yang tingginya melebihi pohon mangga milik tetangganya di ujung sana. Dulu memang di samping kiri kanan, juga di bagian belakang rumah ada tanah kosong tapi bukan milik Ibu Indah. Indah pun kurang jelas itu milik siapa, dan tak pernah mencari tahu. Buat apa kepo sama milik orang lain, Indah bukan orang yang kurang kerjaan seperti itu. “Bu, rumah kita hilang ya?" tanya

