"Kalau sebelum buka hati, baiknya lo buka baju dulu, gimana? Mungkin kalau kita udah tidur bareng gue bisa mempertimbangkan untuk buka hati buat lo. Lo suka banget sama gue kan, coba buktiin ke gue." Tak perlu menunggu lama, air yang berada di dalam botol minuman Arya langsung berpindah ke atas kepala dan mengalir membasahi tubuhnya. Selain itu, Arya langsung mendapatkan bogem mentah di pipi mulusnya, dari wanita yang katanya sangat menyukainya itu. Hal tersebut membuat dua pengawal yang tadi mengikuti Nala segera mendekat. Pengawal itu langsung memiting tangan Arya ke belakang punggung dan menariknya hingga berdiri. “Ada apa Nona? Apa dia mengganggu Nona?” Nala tak menjawab dan hanya menatap tajam kepada Arya. “Gue emang suka sama lo, gue ngejar lo tapi gue gak bodoh. Lo yang t***l, bu

