41| Rumah Milik Berdua

1692 Kata

“Aww!” teriak Marisa lirih ketika obat antiseptik terasa menembus pori-pori kulitnya. Lelaki yang berjongkok di hadapannya terus menekankan kasa lembap ke luka terbuka yang ada di lutut wanita yang sedang merintih-rintih perih. “Sakit?” tanya Dokter Ardian lembut. Tanpa diminta dia meniupi luka Marisa, membuat wanita itu merasa lebih enak karena uap dingin membuat kulitnya yang merekah terasa lebih nyaman. “Perih. Udah lama banget aku nggak luka kayak gini.” Wanita itu meringis, memandangi jari dokter tampan yang masih menotol-notol antiseptik ke seluruh permukaan lukanya. “Besok aku panggil tukang untuk menambal lubang di carport,” katanya lagi. “Sebenarnya aku nggak masalah sama lubang itu. Nggak terlalu urgent juga. Setiap hari aku lewat di situ jadi hapal di mana lubangnya. Kalau k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN