Hari semakin cepat berlalu. Dan Hani semakin bersembunyi di balik rahasia yang ditutupinya. Walaupun terkadang napas Hani sering sesak mendengar suaminya selalu saja jadi bahan candaan. Apalagi sang Mami mertua yang tidak mengetahui apapun tentang kondisinya, selalu meledek Bara dengan candaan wanita hampir paruh baya tersebut. Sang Mami selalu mengatakan jika Bara sangat payah karena tidak segera membuat Hani kembali mengandung. Padahal adiknya saja sudah melahirkan bayi tampan yang saat ini sudah menginjak usia satu tahun dan itu artinya Hani sudah menyembunyikan kenyataan ini hampir setahun. Sementara Bara hanya menanggapi santai saja tanggapan sang Mami. Bara selalu mengatakan jika itu berarti Tuhan sedang membiarkannya dan Hani berpacaran terlebih dahulu. "Mimi Hani kenapa ben

