"Ma, sambelnya Mama gak mau kan? Buat Hani ya" Stefani hanya menganggukkan kepala heran melihat anaknya menuangkan semua sambal dari plastik kedalam mangkuk yang sudah berisi soto ayam itu. Sang anak memang tadi menghubungi Stefani untuk meminta sang Mama membelikannya soto ayam di depan komplek perumahan yang di tinggali Harry Wijaya yang langsung di sanggupi sang Mama karena jarang - jarang anaknya ini meminta sesuatu padanya. "Fani, bukannya teh si eneng bule gak suka pedas yah?" tanya Tika berbisik pada besannya yang duduk di sebelah kirinya ini. Memang Tika juga sedang mengunjungi sang menantu di Toko Kue milik menantunya itu siang ini. "Iya Teh, aku juga bingung kok Hani jadi suka pedas gini ya? Itu sambal kita di tuang semua sama dia. Ada apa ya Teh?" tanya Stefani balik sambil

