"pokoknya Hani gak mau deket - deket sama A'a!" "tap.." "gak ada tapi ya! Sekarang A'a pulang kerumah! Hani masih mau sama Mama!" Bara hanya mampu menghela napas frustasi saat sang istri mengusirnya lagi untuk kesekian kalinya selama hampir satu minggu ini. Kemarin saja sang istri tega menyiramnya dengan sirup dingin ketika Bara bersikeras tidak pulang dari rumah sang mertua. "apakah aku benar-benar harus pulang?" tanya Bara memelas yang dibalas Hani dengan tatapan tajam. "Honey.." ucap Bara semakin memelas. Ya ampun, apa salah dan dosa Bara sampai jabang baby di dalam kandungan sang istri membenci Pipi-nya dengan cara membuat Hani tak ingin melihat wajah Bara. "Aku benar-benar merin.." "hoek.. A'.. Hoek.. Please.." Hani tak mampu melanjutkan ucapannya dan langsung berlari ke ara

