Saat itu Liam baru saja keluar dari kelas bersama teman-temannya. Dia penasaran siapa yang kali ini akan menjemputnya, apakah sang ibu atau ayahnya, atau justru Risa karena perempuan itu kini sudah kembali. Namun, langkahnya terhenti saat di hadapannya berdiri seorang wanita cantik berpakaian modis bak model di majalah. Anak itu mendongak, menunjukkan sepasang matanya yang berbeda dari milik orang lain, beradu pandang dengan wanita bergincu merah yang belum pernah Liam temui atau sekadar melihatnya menjemput salah seorang teman di sekolah tersebut. "Kamu udah besar, Sayang," batin wanita itu tanpa melepas pandangan dari Liam. "Apa kamu bakal percaya kalau Ibu mengaku?" Liam yang awalnya mengerutkan dahi dan bertanya-tanya, seketika itu kerutan dahinya hilang dan agak merasa sedih, juga