Raffa sudah kembali tertidur pulas, Sasha pun bangkit dari atas ranjang untuk menyapa pria yang sedari tadi menunggunya. Entah mengapa suasana di ruang rawat terasa panas padahal mesin pendingin terasa dingin hingga membuat pori-pori kulit mulai keriput. Agak menjauh dari ranjang, sudah berkumpul keluarga Rayyan begitu pula dengan Rayyan sendiri, namun di saat itu juga Malik yang tidak tahu apa-apa meraih tangan Sasha agar duduk disisinya, tapi apa yang terjadi ... BUGH! Tinjuan dari kepalan tangan Rayyan melayang ke wajah Malik, untung saja tubuh Malik tidak terhuyung dan masih berdiri dengan tegap. “Pak Bos!” seru Sasha terkesiap, tak menerima. Sorot mata Rayyan begitu tajam menatap Malik “Saya sejak tadi sudah menahan diri, kamu sungguh berani sekali menyentuh istri dan anak saya d