Bab 10 – Terngiang Malam Penuh Keringat

1267 Kata

Senyum Kembang terus terukir di bibirnya sepeninggal Raja dari kamar ini. Wanita itu masih merebah di ranjang dengan terlentang. Rambutnya tersebar berantakan di ranjang, sedangkan pakaian malamnya sudah sedikit berantakan. Ia menatap langit-langit ruangan itu, lalu tersenyum lagi. “Dasar pemalu,” bisiknya. Ia mengubah posisinya menjadi miring ke samping. Mencoba mengingat-ingat momen yang terjadi beberapa menit lalu di kamar ini. Kembang mengusap sprei yang terasa masih hangat. Baru saja, beberapa waktu yang lalu, seorang pria tergesa-gesa pergi setelah memberikannya sesuatu yang baru. Wanita itu tak tahu, tapi yang jelas baru Raja yang bisa membuatnya melayang sebegitu tingginya tanpa penyatuan. “Kenapa dia kabur begitu saja? Kan, aku bisa … ya, setidaknya aku bisa membalas apa y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN