BAB 22

1409 Kata

“Kacamata dengan bingkai titanium ini cocok sekali dengan struktur wajah Mbak yang tegas tapi manis,” puji Soraya ramah saat mereka berdua berdiri di depan cermin toko optik premium di Mal Surabaya Barat. ​Thalia menghentikan jemarinya yang sedang menyesuaikan posisi bingkai perak tipis di pangkal hidungnya. Ia menoleh ke sebelah kanan, mendapati seorang wanita paruh baya dengan gaun sutra abu-abu yang anggun sedang tersenyum hangat padanya. Aura keibuan yang elegan memancar begitu kuat dari wanita itu, dipadu dengan kilau lembut kalung mutiara yang melingkar di lehernya. ​Thalia menyunggingkan senyum sopan, memiringkan wajahnya ke kiri dan ke kanan untuk memperhatikan pantulan dirinya di cermin besar. ​“Terima kasih, Tante,” balas Thalia lembut, suaranya tenang dan menyenangkan untuk d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN