35. Sebel

1075 Kata

Sesampainya di rumah, Ayub langsung menuju ke kamar Salwa dan memutar knop pintu. Terkunci. Lalu ia mengetuk pintu beberapa kali. Tidak ada jawaban. Sepi. Ayub yakin Salwa ada di dalam. Pintu depan tidak dikunci, itu artinya Salwa sudah pulang lebih dulu. “Salwa, apa kamu tidur?” Sunyi. “Salwa, keluarlah. Aku ingin bicara.” Ayub menempelkan telinga di pintu, tidak ada tanda-tanda Salwa akan keluar. “Minggir!” Ayub terkejut mendengar suara dari arah belakang. Salwa berdiri di belakangnya. Ya Tuhan, jadi dari tadi ia bicara sendiri? “Aku di dapur,” ketus Salwa. “Kukira kamu di dalam.” Ayub menggaruk kepala yang belakang leher yang sebenarnya tidak gatal. Sesaat kemudian mengernyitkan dahi menyadari wajah Salwa yang sudah basah dilinangi air mata. Gadis itu sesengguk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN