Tiba-tiba ingatan Ayub melayang pada kejadian di belakang rumah Abi tempo hari. Ketika Salwa dan Harun hanya berdua di sana. Kebimbangan membuatnya ingin mengoreksi masalah itu lebih lanjut. “O ya Nur, kita balik ke masa lalu, apa kamu benar-benar melihat dengan mata kepalamu sendiri kejadian antara Salwa dan Harun di belakang rumah Abi waktu itu? Atau jangan-jangan, kejadian itu nggak terlihat jelas sehingga kamu salah paham?” Terdengar Nur menarik napas panjang. Kemudian lembut ia berkata, “Sebelumnya aku minta maaf udah ngebuat Mas jadi sedih. Tapi aku merasa Allah memberiku amanah. Aku bersumpah demi Allah bahwa aku melihat dengan jelas Harun sedang melumat bibir Salwa. Dan saat itu Salwa nggak menolaknya. Dari situ aku melihat bahwa mereka saling mencintai. Mak Tomasling