Cahaya keemasan menyelusup masuk melalui jendela dan hangat menyentuh kulit. Mata Ayub yang tersengat cahaya, spontan terbuka. Ia menggeliat sebentar. Sesaat ia heran kenapa sinar matahari bisa sampai ke mata. Siapa yang membuka tirai jendela kamar? Sekilas matanya menyapu sekitar. Ah, tidak. Ternyata ia tidak sedang berada di kamar. Ia mendapati diri setengah berbaring di sofa ruang keluarga. Lalu menoleh ke jendela. Ada yang berbeda, semua tirai sudah dibuka. Ia baru ingat, semalam ia menghabiskan waktu di sofa. Duduk diam. Sesekali mengamati pintu kamar Salwa. Berharap Salwa keluar dan ngambeknya hilang. Tapi sampai larut malam ia menunggu, pintu kamar Salwa sama sekali tidak bergerak. Hingga subuh menjemput, shalat pun ia lakukan di ruang tamu. Sampai akhirnya ia ter