Sudah tiga hari Salwa mengurung diri di kamar. di hari pertamanya mengurung diri, ia sempat menulis pesan di kertas, pesan yang meminta supaya Ayub sarapan di luar saja. Seperti biasa, ia meletakkan kertas tersebut di depan pintu kamar. Ayub cemas saat membacanya, ia berkali-kali membujuk Salwa agar keluar kamar. Tapi Salwa keras kepala, tetap tidak mau membuka pintu kamar. Salwa keluar kamar setelah Ayub sudah pergi. Ia membereskan rumah, mencuci pakaian dan memasak. Begitu Ayub pulang, Salwa kembali mengurung diri di kamar. perbuatan Salwa tentu saja membuat Ayub kian cemas, ia takut terjadi hal buruk pada Salwa. Namun Salwa menjamin dirinya baik-baik saja. Ayub dan Salwa bahkan berkomunikasi melalui pesan di w******p meski mereka berada di rumah yang sama. Seperti malam itu