Surya naik ke atas motornya. Ia menoleh ke arah Cassandra yang masih tak habis pikir, apa yang akan mereka lakukan di kebun tebu nantinya. “Naiklah,” pintanya. “Letaknya tak seberapa jauh dari sini.” Tak ada pilihan lain, satu-satunya orang yang bisa mengembalikannya ke rumah Bik Sum hanya lelaki ini. Bahkan jaraknya cukup jauh jika harus ditempuh dengan berjalan kaki. Tanpa diminta untuk yang kedua kalinya, gadis itu pun naik. Dan kendaraan beroda dua itu pun berjalan di atas tanah bebatuan terjal desa itu. “Pegangan!” perintah Surya. “Udah!” sahut Cassandra. Gadis itu memegang pakaian yang melekat di punggung Surya. Ia masih merasa risih dan canggung untuk bertindak lebih dari itu. “Pegangan! Nanti kamu jatuh.” Sekali lagi Surya memperingatkannya. “Jalanan di sini sudah hancur

