“Cassandra ada di sini Bik?” Bik Sum menatap wajah pria jangkung yang berdiri di hadapannya. Ia tak menyangka bahwa Marco akan benar-benar muncul di desa itu. “Anu Den, itu …. Non Sandra sudah kembali ke kota,” sahut Bik Sum. “Dia nangis semalaman, katanya kangen sama Den Marco. Katanya juga dia sedih karena Den Marco sudah ndak peduli lagi sama dia sekarang.” “Dia … dia benar-benar bilang gitu, Bik?” tanya Marco dengan kesal. “Iya Den.” “Sudah berapa lama dia pergi?” “Subuh tadi Den.” Marco mengusap rambutnya dengan perasaan frustasi. Ia kembali kehilangan jejak gadis itu. Walau begitu, ia tetap bersyukur karena setidaknya ia mendapatkan petunjuk bahwa gadis itu sudah berada dalam perjalanan pulangnya. Sementara itu di tempat lain …. “Kamu dimana sih?” Suara nyaring terdenga

