Bab 66

1162 Kata

Reana mengepalkan tangannya dan tanpa disadarinya, tangan itu melayang dan mendarat di pipi lelaki di hadapannya. Belum pernah ia merasa sekesal ini. “Kamu benar-benar pengecut,” ucapnya meluapkan emosinya. “Kenapa kamu harus menjanjikan sesuatu yang tidak bisa kamu tepati? Kenapa kamu memberinya harapan, di saat kamu tak yakin bahkan dapat menjalaninya? Dan setelah itu ….” Reana menghela napas panjang, memperlihatkan perasaan kecewanya yang teramat. “Kamu meninggalkannya tanpa berita,” sambungnya. “Tak bisakah kamu memikirkan sedikit saja perasaannya?” Sensasi panas yang terasa di pipinya, tak membuat emosi Marco meningkat. Ia sadar bahwa semua yang dilakukannya memang sepenuhnya salah. Lelaki itu hanya menggerakkan otot rahangnya untuk meredakan nyeri yang dirasakannya. Lalu ia me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN