Marco mendekatkan wajahnya, merasakan hembusan napas hangat mengenai pipinya. Dirasakannya aroma manisnya vanila menguar dari leher gadisnya. Cassandra menatap manik gelap yang terlihat semakin dekat padanya. Dan kehangatan bibir lelaki itu pun terasa begitu nyata saat menyatu di bibirnya. Marco menyentuh kulit gadisnya yang lembut. Lelaki itu membiarkan hasratnya menuntun raganya, ia menikmati setiap debar perasaannya. Tentu saja ia tak dapat memungkiri bahwa ia juga merasakan hal yang dirasakan oleh Cassandra. Perasaan penuh ketika berjumpa, dan perasaan hampa ketika berjauhan. Perasaan yang baru kali ini dirasakannya. Bahkan ia merasa takut jika suatu saat gadis nanti itu akan kembali hilang dari pandangannya, karena ia tahu betapa tersiksanya dirinya saat tak mengetahui dengan p

