“Menikah?” Irfan membelalakkan matanya. Berita yang disampaikan oleh adiknya itu sungguh membuatnya terkejut. “Jadi kalian mau melangsungkan pernikahan di saat Cassandra hilang entah kemana? Kamu mau berbahagia di tengah bencana yang melanda keluarga kita?” Marco mengeraskan rahangnya. Ia tahu dengan pasti bahwa semua ini adalah kesalahannya. Bagaimanapun Cassandra hilang saat bersamanya dan adalah tanggung jawabnya untuk membawanya kembali pulang. “Apa kamu sudah kehilangan kewarasan? Dimana otakmu? Apa wanita itu sudah membuatmu kehilangan akal sehat hingga kamu mau menikahinya di saat situasi sedang sekacau ini?” omel Irfan. “Aku ingin tahu, apa kamu masih bisa tertawa di pesta pernikahanmu jika putriku diketemukan sudah dalam keadaan mati!” Wajah Irfan memerah saking marahnya. “G

