Cassandra tersenyum lebar. Dengan langkah yang mantap, ia memasuki Riverside Garden Apartemen, yang merupakan rumah baru baginya saat ini. Gadis itu menautkan tangannya di lengan Marco, seolah tak ingin lagi terpisah dari pamannya itu. Ruang apartemen dengan gaya minimalis itu, masih terlihat sama seperti saat ditinggalkannya dulu. Masih tetap rapi, seolah tak ada seorangpun yang tinggal di tempat senyaman ini. Cassandra menatap sekelilingnya dan mata itu masih sama, tetap terpaku melihat keindahan pemandangan di balik jendela besar kamar itu. Tiba-tiba terdengar suara lirih terdengar. Marco mengerutkan keningnya. “Kamu … lapar, ya?” Gadis itu menganggukkan kepalanya. “Aku belum makan dari pagi tadi.” “Sudah … sudah.” Marco mendorong tubuh mungil keponakannya masuk ke dalam kamar.

