Bab 52

1108 Kata

“Jadi … kali ini aku menang taruhan, kan?” Marco memamerkan senyum tipisnya. “Ah … curang! Om curangnya kebangetan!” seru gadis itu. “Ngapain juga pake pesen cola segede gaban! Mana ruangannya sedingin kutub pula.” “Eit … nggak bisa gitu. Namanya taruhan, segala cara boleh dipake, kok,” kelit Marco. “Kamu juga bisa pake cara apapun supaya aku keluar duluan dari tempat itu.” Marco tertawa terkekeh. Ditutupnya kembali pintu apartemennya setelah Cassandra masuk. “Jadi gimana? Kamu mau peluk Om semalaman?” godanya. Cassandra mencebikkan bibirnya. Gadis itu melangkah mendekati sofa yang menghadap ke jendela kaca besar apartemen itu. Dihempaskannya pantatnya ke atas dudukannya yang empuk. “Nggak ah, karena banyak kecurangan yang ditemukan. Maka taruhan tidak sah,” sahutnya dengan kes

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN