Bab 53

1069 Kata

“Siapa dia?” tanya Rexy. Lelaki itu duduk di kursi yang baru saja ditinggalkan oleh seorang lelaki yang baru saja ditemui oleh Marco. Marco menepiskan tangannya, seolah itu adalah suatu hal tak penting yang tak perlu dibicarakan mereka. Suara denting terdengar di gawainya. Cepat lelaki itu memeriksa pesan yang baru saja masuk. Dilihatnya sebuah notifikasi pembelanjaan dari salah satu kartunya. Ia tersenyum dan menutupnya kembali. “Kenapa? Kamu kelihatan aneh hari ini. Menemui seorang laki-laki misterius, tersenyum pada benda mati itu,” papar Rexy. “Seperti ada gangguan di otakmu.” “Apa salahnya jika aku bahagia?” sahut Marco dengan senyum mengejek. “Kamu nggak seharusnya bahagia jika tahu apa yang akan terjadi,” ucap Rexy. Lelaki itu menumpangkan satu kakinya ke atas kakinya yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN