Bab 15

1108 Kata

"Cassandra.” Marco membelalakkan matanya. Ia sama sekali tidak menyangka akan kedatangan keponakannya itu. Apalagi setelah malam kejadian tiga hari yang lalu. Belum habis rasa terkejutnya, gadis itu menyeruak masuk ke dalam kamar Marco. Tanpa ragu ia melewati pamannya yang masih terpaku di depan pintu. “Kenapa bengong, sih Om?” sapanya seolah tak pernah terjadi sesuatu di antara mereka. Kedatangan Cassandra tentu saja menghadirkan begitu banyak teka teki di dalam kepala Marco. Apa yang sebenarnya ingin dilakukan oleh Cassandra? Apa semuanya baik-baik saja? Dan apa yang sebenarnya terjadi malam itu? Apa Cassandra mengalami amnesia, sehingga ia bisa melupakan kejadian itu? Apa pria di dalam mobil itu telah mencuci otaknya? Sialan! Ini semua karena kecerobohannya, sehingga kehilangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN