Bab 77

1115 Kata

Marco masih merasa kesal. Bagaimana tidak, wanita yang dibayarnya jelas-jelas meremehkannya. Sungguh! Ia merasa sangat kesal. Baru saja ia selesai membersihkan diri, tiba-tiba saja ia mendengar suara ponselnya, Lelaki itu merasa semakin kesal ketika melihat nomer yang sangat dikenalinya mengambang di layarnya. Deringannya yang seakan tanpa jeda itu, membuatnya tak bisa mengabaikan panggilan itu, Diangkatnya ponselnya walau dengan perasaan enggan. “Benar, ini aku,” ucapnya dengan gusar. “Kenapa kamu menghubungiku lagi? Apa kamu sudah berhasil menangkap laki-laki itu?” “Hanya tinggal selangkah lagi,” sahutnya. Marco terkejut mendengar jawaban lelaki itu. “Maksud kamu?” “Dia sudah berada di depanku. Siap memangsa kelinci yang menjadi targetnya,” sahut lelaki itu dengan santainya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN