“Om ingin membunuhku,” tuduh Cassandra. “Sandra, aku tak tahu apa yang kamu ingat. Tapi … aku tidak seperti yang kamu pikirkan,” elak Marco. “Aku bisa menjelaskan semuanya. Berikan aku kesempatan.” “Kesempatan apa? Kesempatan agar kamu bisa membodohiku karena aku lupa masa laluku?” Cassandra menatap lelaki di hadapannya seolah ingin membaca hatinya. “Aku tidak ada hubungannya dengan pembunuh itu. Sampai saat ini, orangku sedang mencari tahu siapa dia,” jelas Marco. “Pergilah!” pinta Cassandra, “biarkan aku sendiri.” Marco hanya menganggukkan kepalanya dengan perasaan kecewa. Ia pun kembali ke kamar apartemennya. Ia sadar, cepat atau lambat gadisnya akan mengingat kembali alasannya menghindari Marco sebelum terjadi kecelakaan itu. Ia akan mengingat kecurigaannya kala itu. Hanya s

