Gadis itu menelan kasar salivanya. Ia tak bisa melepaskan pandangannya wajah tampan yang sedang lelap dalam tidurnya itu. Perlahan kilas kenangan masa lalunya melintas begitu saja. Seperti sebuah dejavu, ia melihat sosok yang lelap itu tertidur di atas sofa panjang di hadapannya. Cassandra memejamkan matanya. Ia mencoba mengingat kembali semua yang pernah terjadi di masa lalunya. Namun semakin ia mengingat, kepalanya terasa semakin sakit. Gadis itu meremas kepalanya dan mulai mengerang kesakitan. Suara itu membuat Marco terbangun dari tidurnya. Ia melihat gadisnya kesakitan. Segera diraihnya gadis itu dan memeluknya di dadanya. Cassandra dapat merasakan detak irama jantung lelaki itu. Ia merasakan kehangatan yang terasa tak asing baginya. Lagi dan lagi, ia merasakan seperti sebua

