“Jangan lupa obat-obatnya diminum secara teratur. Dan … jangan terlalu memaksanya untuk mengembalikan memorinya,” ucap Dokter Ivan pada Marco. “Terima kasih, tentu saja. Aku akan menjaganya baik-baik.” Marco akhirnya bisa bernapas lega karena bisa membawa Cassandra kembali pulang. Walau kini semuanya berbeda. Gadis yang dulu ceria dan selalu tersenyum manja saat bersamanya, kini hanya diam membisu bahkan tatapan matanya kosong seakan tanpa harapan. Seminggu berlalu, namun sepanjang hari gadis itu hanya menghabiskan waktu di depan jendela kaca lebar apartemennya, dengan tatapan matanya yang kosong. “Sandra.” Panggilan Marco hanya seperti angin yang berlalu di telinga gadis itu. “Kamu nggak bisa terus seperti ini. Kamu harus kembali seperti Cassandra yang dulu.” Gadis itu tak mengg

