Bab 73

1100 Kata

“Ya, aku mencintainya. Aku cukup bahagia walau hanya melihat senyum bahagianya dari sini,” sahut Marco. Ia tidak ingin Hani berpikiran aneh tentang hubungannya dengan Cassandra. Namun gadis itu tertawa. Ia tahu bahwa Marco satu-satunya lelaki yang ada di hati sahabatnya. Mungkin benar jika Marco bagi sahabatnya adalah sekedar pria bunglon. Tapi bukankah cinta adalah obat yang paling ampuh untuk semua penyakit. Karena itu Hani tidak bisa diam dan melepaskan peluang untuk memulihkan ingatan sahabatnya itu, walau itu berarti menghancurkan kesempatan Fritz untuk mendapatkan hati Cassandra. “Kenapa dari cuma dari luar sini. Om berhak untuk bertemu dengannya, lebih dari kami temannya,” ujar Hani sembari menarik tangan Marco. Ia membuka pintu ruang rawat inap yang didiami Cassandra, membu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN