Melihat raut wajah Cassandra, membuat Marco merasa semakin penasaran. Lelaki itu merebut lembaran kertas itu dari tangannya dan melihatnya sendiri. “Tes urine bla bla bla negatif,” lirih Marco. Tak ada hal lain yang ingin diketahuinya lagi. Ia melipat kembali lembaran kertas di tangannya. Tepat saat itu, Cassandra merasakan cairan keluar dari bagian intimnya. Spontan ia menatap lelaki di hadapannya dengan mata membulat. “Sudah, Om. Tamunya sudah datang,” lirihnya dengan malu-malu. Marco bernapas lega. Setidaknya semua hal buruk yang hinggap dalam pikirannya tidak pernah terjadi. Lelaki itu tersenyum lega. Dicubitnya pipi keponakannya itu dengan gemas. Semua rasa ketakutan selama beberapa hari ini, lenyap dalam seketika. “Mulai sekarang, kamu harus menandai dengan benar kalender

