Pagi-pagi sekali Laluna sudah membuka kedua matanya dengan perlahan. Wanita itu baru tertidur empat jam dan kini sudah terbangun dengan sendirinya. Entah apa yang membuat wanita itu sulit tidur beberapa hari terakhir sampai-sampai lingkaran hitam sudah mulai melingkupi kedua indra penglihatannya. Laluna menolehkan kepalanya untuk melihat jam yang berada di atas meja nakas sebelah tempat tidurnya dan menemukan baru pukul setengah enam saat ini sehingga wanita itu memilih untuk menarik selimut dan menenggelamkan dirinya lebih dalam pada benda pemberi kehangatan itu. Dengan posisi tubuh yang terlentang dan kepala yang menghadap pada langit-langit kamar, Laluna menghela napas kasar melalui mulutnya. Wanita itu merasa nggak bersemangat untuk memulai harinya ketika mengingat betapa banyak peke