"Sa--saya ... saya ke sini untuk kasih ini, Tante," kata Laluna seraya menyodorkan sebuah bingkisan yang ada di tangannya. "Sebagai ucapan terima kasih karena udah menolong anak saya kemarin." Laluna merutuki dirinya sendiri di dalam hati karena masih saja merasa gugup ketika berhadapan dengan Paulina, padahal kondisinya sudah berbeda seratus delapan puluh derajat dengan enam tahun yang lalu. Namun, entah kenapa Laluna masih merasa sedikit nggak nyaman, meskipun wanita setengah baya itu hanya melayangkan tatapan datarnya pada Paulina. Berdeham singkat, Paulina pun mulai membuka suaranya. "Mega, angkat bingkisan itu dan letakkan di ruang kerja saya," titah wanita setengah baya itu pada sang asisten pribadi yang entah sejak kapan berada di ruang tamu dengan gerakan dagu yang mengarah pada