61 - Nikah

2218 Kata

Liona menatap pada gaun pengantin miliknya. Rasanya mau kabur di hari pernikahannya ini. Jangan tanya kenapa? Karena dia tak ikhlas melepaskan masa lajangnya. Tapi, bagaimana mungkin dirinya mau kabur kalau di luar sana Arka sudah menjabat tangan dengan ayah Liona menyenandungkan ijab qobul dengan melantunkan nama Liona begitu indah. “SAH!” Kata sah sudah mengema sampai terdengar di telinga Liona. Liona mau menangis haru, namun, tidak jadi. Karena dia sudah membayangkan kalau dirinya sudah menjadi istri orang sekarang dan dia tidak boleh bertingkah aneh lagi. Liona menatap pada ibunya yang masuk dengan senyuman manisnya. Ningsih sudah menitikkan air mata, dan segera menghapusnya secara kasar. Putrinya tidak tinggal serumah lagi dengan dirinya. “Mama…” panggil Liona lirih. Ningsih m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN