Hari-hari berlalu dengan ritme yang seolah berkejaran, membawa Paulina semakin dekat ke hari yang seharusnya menjadi salah satu momen terindah dalam hidupnya. Persiapan pernikahan berlangsung begitu megah, dipimpin oleh Bunda Srada dengan keanggunan yang tak pernah pudar, dibantu oleh Eyang Astuti yang selalu penuh semangat, serta Arini, adik Jagapathi, yang penuh perhatian pada setiap detail kecil. Gedung termewah di hotel termahal sudah dipesan jauh-jauh hari, dihiasi dengan bunga-bunga impor beraroma harum dan kristal Swarovski yang memantulkan kilauan cahaya seperti bintang di langit malam. Semua ini menciptakan gambaran sempurna tentang sebuah pernikahan mewah dan penuh keajaiban. Namun, di tengah semua kemegahan itu, ada rasa sesak di hati Paulina yang tak pernah benar-benar hilang.