Eyang Baskara menatap Paulina dengan ekspresi datar, tetapi sorot matanya menyimpan sesuatu yang sulit dibaca. Perempuan muda itu terbaring diam di kamar Jagapathi, hanya terdengar suara napasnya yang teratur. Dokter pribadi keluarga Wiryodiningrat baru saja selesai memeriksa kondisi Paulina di apartemen tersebut. Setelah serangkaian pemeriksaan, dokter itu berjalan ke ruang tamu di mana Eyang Baskara dan Jagapathi menunggunya dengan ekspresi serius. Dokter, pria paruh baya dengan penampilan rapi dan sikap penuh kehormatan, berdiri tegak di hadapan mereka. “Maaf, Bapak, atas kejadian ini,” katanya, membuka percakapan dengan suara tenang namun penuh respek. “Nona Paulina mengalami dehidrasi yang cukup serius, kemungkinan besar karena terlalu lama berada di tempat yang pengap dan kurang ven