Aku memiringkan kepalaku menatapnya dengan wajah penasaran. Sikapnya yang tiba-tiba gugup membuatku tidak mengerti apa yang ada di pikirannya. Aku mengangkat alisku melihat ia yang gugup memasukkan tangan ke saku celananya. Lalu ia mengeluarkan sebuah kotak kecil seperti crystal dari saku celananya dengan tangan gemetar. “I-ini untukmu.” Abraham Xander berbicara dengan gugup sambil memberikan kotak kecil itu ke tanganku. “Apa ini?” Aku menerima kotak kecil itu dan membukanya dengan perlahan. Saat kotak kecil itu telah terbuka, aku kaget melihat sebuah cincin berlian yang berkilauan di dalamnya. Cincin berlian itu terlihat sangat indah dengan beberapa batu sapphire kecil berjejer di sisi kiri dan kanannya. Ringnya yang dipenuhi ukiran detail menyempurnakan keindahan cinc