Sangat Merindukanmu

1738 Kata

    Seketika ide muncul di benakku. Bagaimana kalau aku diam-diam datang ke perusahaannya? Ucapku membatin.        Aku segera bangkit dari sofa yang ada di balkon dan berjalan dengan langkah besar menuju dapur. Kali ini aku ingin memasak ramen kesukaan Abraham Xander sebelum datang ke perusahaanya. Aku yakin ia akan terkejut melihatku yang tiba-tiba datang dan membawakan makanan untuknya. Tidak butuh waktu lama memasak seporsi ramen. Aku memasukannya ke kotak bekal di tambah dengan sebotol smoothie strawberry kesukaannya. Aku tersenyum sendiri melihat bekal yang aku bawa, mengingat calon ayah dan calon anak memiliki selera makan yang sama.       Dengan penuh semangat aku berjalan di lobby apartement dan menaiki taxi online yang sudah aku pesan sebelumnya. Kali ini aku sengaja tidak me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN