Pria Pelit

1645 Kata

    “Waaah…ramen ini wangi sekali. Sepertinya sangat lezat.” Ahmed Ali tersenyum lebar melihat lunch box di tangannya yang berisi ramen.       Aku masih duduk tertegun melihat Ahmed yang sedang berdiri. Sedangkan Abraham Xander duduk di sampingku sambil menatapnya tajam dan berkata, “Apa kamu tidak bisa memintanya dengan baik-baik, Ahmed?”       Ahmed Ali memalingkan wajahnya dari ramen dan tersenyum menoleh pada Abraham Xander dan aku, “Wangi ramen ini sangat menggugah selera. Jadi aku tidak sempat berpikir untuk memintanya padamu.”       “Itu ramen punyaku.”       “Biasanya apa yang menjadi punyamu akan kamu berikan padaku. Termasuk makanan yang kamu suka.” Ahmed Ali menjawab sambil tertawa.       Abraham Xander semakin menajamkan tatapannya pada Ahmed Ali. Ia menggertakan gigi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN