“Kalau soal perceraian, aku nggak mau cerai.” Kalimat Ethan membuat langkah Alya terhenti. Ia sudah tahu Ethan takkan pernah melepaskannya. Tapi jika pria itu bisa menjebak Adrian dan menghancurkan hidupnya, maka Alya juga akan melakukan hal yang sama. “Tapi sayangnya, hukum di Indonesia nggak membutuhkan persetujuan suami untuk perceraian. Kamu hanya perlu datang ke persidangan.” Alya berkata dingin, kedua tangannya terkepal di samping tubuh, seolah dengan begitu ia bisa menjaga hatinya agar tidak goyah. “Tapi aku berhak menyatakan penolakan di persidangan nanti, Al.” Alya maju selangkah saat melihat keteguhan dalam sorot mata Ethan. “Dan aku punya bukti kuat supaya pengadilan bisa mengabulkan perceraian meski sekeras apapun kamu menolak.” Ethan mengernyit. “Apa maksud kamu?” Sebuah