S2: Pikiran yang Rancu

1909 Kata

Jika saja Ummi dan Rima tidak datang, mereka berdua asyik saling memeluk satu sama lain. Ketukan pintu yang brutal disertai teriakan, “Ramaaaa! Mama gak bisa lembut nih kalau kamu langar janji kayak gitu. Tadi subuh bilangnya udah siap pas Mama datang.” Mengingat mereka berkomunikasi saat subuh, tapi nyatanya Rebecca dan Rama Kembali terlelap sambil saling memeluk. “Abang!” “Menantu…,” panggil Ummi yang langsung membuat Rama membuka mata. “Sayang, bangun yuk.” “Udah bangun, menantu?” “Udah, Ummi. Sebentar ya,” jawabnya dari dalam kamar. Malihah menatap Rima dengan percaya diri. “Nah, harus gitu kalau bangunin anak. Lemah lembut.” “Kalau sama saya mah gak mempan, Bu. Yuk ah nunggu dibawah.” Menarik lagi tangan besannya, menyiapkan sarapan dibantu dengan pelayan yang baru saja datang.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN