Rebecca dan Alvi memastikan pria itu pergi sebelum membantu Melani dengan membawanya pergi dari sana. Tubuhnya gementar, matanya menatap ke sekitar dengan waspada. “Ini airnya.” Alvi membelikan. Rebecca sedari tadi mengusap punggung Wanita tersebut. “Tenang, Mbak. Minum dulu sekarang.” Meneguknya perlahan, tatapan Melani masih kosong. Rebecca terus mengelus punggungnya supaya sosok itu merasa lebih tenang. “Pria yang tadi udah nggak ada kok, Mbak.” “Makasih banyak.” Perlahan kesadarannya mulai diambil alih, Melani sudah bernapas tenang juga. Kali ini membalas tatapan Rebecca. “Tadi itu, mantan pacar aku yang dulu hampir lecehkan aku.” Rebecca sudah mendengar tentang ini, tapi dia dengan seksama mendengarkan dari pihak Melani juga. Katanya dia mengalami trauma sampai harus berobat psiki