S2: Tragedy

1817 Kata

“Selamat pagi, Sayangku Cintaku.” Rama menjadi sosok pertama yang dilihat oleh Rebecca, kecupan bertubi-tubi diwajahnya diberikan sang suami. “Sholat yuk,” ajaknya. Sang suami lebih rajin darinya. Jam 3 sudah mengajak bangun, sholat malam dan mengaji Bersama-sama. Saat Rebecca terbatuk-batuk, Rama segera menutup al-Quran dan membawakan air untuk sang istri. “Nanti batal.” “Gak papalah, waktunya kita deket-deketan.” Sang suami menggeser pintu yang terhubung dengan balkon. Duduk selonjor menepuk pahanya. Rebecca dengan senang hati menjadikan paha itu sebagai bantalan. Keduanya menatap langit gelap yang dipenuhi taburan bintang. Rebecca tahu sang suami memiliki wawasan luas. “Itu bintang apa?” Bertanya sedikit saja sudah langsung mendapatkan pengetahuan. Malah merasa berada di dalam kelas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN