“Ustadzah! Mau diantar sampai kesana!” anak yang tadi terluka Kembali. Dua orang yang sedang membicarakan Rebecca menoleh, karena topik pembicaraan mereka disana. Karena tidak enak, mereka mengikuti saja Rebecca. Hendak memberikan penjelasan. Begitu selesai mengantarkan anak kecil itu, tangan Rebecca ditahan. “Kenapa?” Rebecca sudah tidak mood. “Maaf, Mbak. Mau ngomong sebentar ya.” “Boleh.” Kasihan juga wajah mereka seperti ketakutan, Rebecca ikut menepi dari keramaian. “Kenapa?” “Mbak pasti denger pembicaraan kami ya. Maaf, saya gak bermaksud membicarakan Mbak, hanya saja kami sedikit banyak tidak nyaman dengan Mbak Melani. Jadilah ngomongin dia sampai merembet kemana-mana.” “Iya, Mbak. Maaf kalau bikin Mbak kesal.” Sekalian saja Rebecca cari tahu, dia penasaran. “Memangnya kenapa