Bab 12

1126 Kata

Devan tersenyum tipis, mencoba menenangkan suasana yang mulai memanas. “Kau benar,” ucapnya pelan. “Dia memang bukan istriku, tapi Aku datang bersama kekasihku.” Ucapan itu membuat Serena melirik Devan dengan terkejut, sementara Fadil mengangkat alis, juga terkejut oleh kejujuran Devan. “Tapi, kalau dipikir-pikir, sebelum Laras menjadi istrimu... dia juga kekasihmu dulu, bukan?” lanjut Devan dengan nada santai namun menohok. Seolah ada rahasia besar dari ucapannya itu. Tatapan Fadil yang tadinya penuh kesombongan perlahan berubah, bibirnya tertarik membentuk senyum sinis. Suasana meja yang semula canggung kini terasa panas, namun justru ada keseimbangan yang muncul di antara dua pria itu. Serena hanya duduk manis, menyilangkan kaki, tersenyum tipis sambil memainkan gelas anggur di tang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN