Suara peralatan makan beradu pelan terdengar dari meja besar di ruang makan. Aroma sup ayam yang baru dimasak bercampur dengan harum teh hangat. Ronald duduk di kursi utama, membuka koran pagi sambil sesekali menyeruput kopi. Widya sibuk berdiri di dekat meja, mengenakan daster bersih berwarna krem, rambutnya disanggul rapi, wajahnya menampilkan kesan sederhana tapi anggun. Ia dengan lihai mengatur piring, sendok, dan lauk, seolah benar-benar ingin menunjukkan perannya sebagai istri yang rajin. “Sayang, sudah cukup garamnya?” tanya Widya lembut sambil menuangkan sup ke mangkuk Ronald. Ronald melipat korannya, menatapnya sekilas. “Hmm, aromanya enak sekali. Kamu masak sendiri?” Widya tersenyum kecil, wajahnya seolah penuh ketulusan. “Iya. Aku pikir, lebih baik aku yang urus sarapan kelu

